Foto makanan yang menarik bukan hanya soal membuat gambar terlihat cantik. Dalam dunia digital, gambar makanan digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari artikel kuliner, blog, media sosial, katalog restoran, menu digital, marketplace hingga materi promosi.
Masalahnya, ketika menggunakan AI image generator, perintah yang terlalu sederhana sering menghasilkan gambar yang tidak sesuai harapan. Misalnya, pengguna hanya menulis:
"Buat foto nasi goreng yang enak dan realistis."
Hasilnya bisa terlihat menarik, tetapi AI masih harus menebak banyak hal: bagaimana makanan ditata, dari sudut mana kamera mengambil gambar, bagaimana pencahayaannya, apa latarnya, dan untuk keperluan apa gambar tersebut dibuat.
Karena itu, prompt yang lebih terstruktur dapat memberikan arahan yang jauh lebih jelas.
Salah satu format yang dapat digunakan adalah:
Buat foto [JENIS MAKANAN] dengan [KOMPOSISI].
Tampilkan [DETAIL MAKANAN].
Gunakan [SUDUT KAMERA] dan [PENCAHAYAAN].
Letakkan pada [LATAR BELAKANG].
Gunakan gaya [GAYA VISUAL].
Cocok untuk [TUJUAN KONTEN].
Tanpa logo, tanpa watermark, tanpa objek tambahan yang tidak diperlukan.Struktur tersebut pada dasarnya bekerja seperti brief fotografi. Setiap bagian memberikan informasi berbeda kepada AI tentang gambar yang ingin dibuat. Panduan fotografi makanan berbasis AI yang diterbitkan baru-baru ini juga banyak menggunakan pendekatan serupa: mendefinisikan makanan, komposisi, sudut kamera, pencahayaan, permukaan/latar dan tujuan visual secara spesifik.
Mengapa Prompt Foto Makanan Perlu Spesifik?
AI image generator tidak bekerja seperti kamera yang langsung melihat makanan nyata. Model harus menerjemahkan deskripsi teks menjadi komposisi visual.
Semakin banyak keputusan penting yang diserahkan kepada AI, semakin besar kemungkinan hasilnya berbeda dari bayangan pengguna.
Contohnya:
Prompt sederhana:
Foto ayam geprek yang lezat.
Prompt tersebut hanya menjelaskan subjek utama.
Bandingkan dengan:
Buat foto ayam geprek dengan nasi putih di atas piring keramik putih,
ayam goreng tepung yang telah digeprek dan diberi sambal merah,
potongan cabai terlihat jelas, dengan komposisi makanan berada di
sepertiga kanan frame. Gunakan sudut kamera 45 derajat dan
pencahayaan alami lembut dari arah kiri. Letakkan pada meja kayu
berwarna cokelat dengan latar belakang dapur yang dibuat blur.
Gunakan gaya fotografi makanan restoran yang realistis dan natural.
Cocok untuk artikel kuliner dan blog makanan.
Tanpa logo, tanpa watermark, tanpa objek tambahan yang tidak diperlukan.Prompt kedua memberikan jauh lebih banyak keputusan visual.
1. [JENIS MAKANAN] — Tentukan Apa yang Harus Dibuat
Bagian pertama adalah jenis makanan.
Jangan hanya menulis kategori yang terlalu umum jika Anda menginginkan hasil yang spesifik.
Contoh kata yang dapat digunakan
- nasi goreng kampung
- nasi goreng seafood
- ayam geprek
- rendang daging sapi
- soto ayam
- bakso sapi
- mie goreng Jawa
- sate ayam Madura
- rawon daging sapi
- gado-gado
- pizza Margherita
- burger daging sapi
- spaghetti carbonara
- ramen Jepang
Semakin spesifik nama makanan, semakin jelas identitas visual yang ingin dibuat.
Misalnya:
[JENIS MAKANAN] = rawon daging sapi Jawa TimurBerbeda dengan:
[JENIS MAKANAN] = makanan IndonesiaYang kedua terlalu luas sehingga AI memiliki banyak kemungkinan.
Tips tambahan
Anda juga dapat memasukkan kondisi makanan:
rendang daging sapi yang baru disajikanatau:
semangkuk ramen panas dengan uap tipisDetail seperti uap, saus mengilap, tekstur kulit makanan atau lelehan keju dapat membantu menciptakan kesan makanan yang lebih nyata. Beberapa panduan AI food photography juga menekankan pentingnya detail sensorik seperti tekstur, uap dan kilau makanan.
2. [KOMPOSISI] — Tentukan Bagaimana Makanan Ditata
Komposisi menjelaskan bagaimana objek utama ditempatkan dalam frame.
Ini berbeda dengan jenis makanan.
Jika jenis makanan menjawab:
"Apa yang difoto?"
Maka komposisi menjawab:
"Bagaimana makanan tersebut ditempatkan?"
Contoh komposisi
Anda dapat menggunakan:
- makanan berada di tengah frame
- makanan berada di sepertiga kanan
- makanan berada di sepertiga kiri
- simetris
- minimalis
- close-up
- beberapa hidangan dalam satu frame
- makanan dengan ruang kosong di sebelah kanan
- makanan memenuhi sebagian besar frame
Contohnya:
[KOMPOSISI] = makanan berada di tengah frame dengan ruang kosong di bagian atasIni sangat berguna apabila gambar nantinya digunakan sebagai ilustrasi artikel.
Mengapa ruang kosong penting?
Ruang kosong atau negative space dapat dimanfaatkan untuk:
- judul artikel
- teks promosi
- harga
- keterangan
- desain media sosial
Karena itu, jangan selalu meminta AI memenuhi seluruh gambar dengan makanan.
3. [DETAIL MAKANAN] — Buat Makanan Terlihat Lebih Nyata
Bagian ini menjelaskan apa yang harus terlihat pada makanan.
Contohnya:
ayam goreng renyah, sambal merah segar, potongan cabai,
daun kemangi dan tekstur kulit ayam yang terlihat jelasUntuk makanan berkuah:
kuah bening hangat, irisan ayam, daun bawang,
bawang goreng dan sedikit uap panasUntuk makanan penutup:
lapisan cokelat mengilap, potongan stroberi segar,
krim lembut dan taburan cokelatDetail semacam ini membantu AI memahami bagian makanan yang harus menjadi pusat perhatian.
Jangan terlalu banyak detail
Ada batas antara detail dan kekacauan.
Jika Anda memasukkan 20 bahan, 10 dekorasi dan berbagai peralatan sekaligus, AI dapat menghasilkan gambar yang terlalu ramai.
Untuk foto makanan, pendekatan yang lebih baik adalah memilih beberapa detail utama.
Misalnya:
kerak pizza yang renyah, mozzarella meleleh,
daun basil segar dan saus tomat terlihat jelassudah cukup kuat.
4. [SUDUT KAMERA] — Tentukan Dari Mana Makanan Dilihat
Sudut kamera merupakan salah satu bagian terpenting dalam prompt fotografi makanan.
Beberapa sudut yang umum digunakan adalah top-down, 45 derajat, eye-level dan macro close-up.
Top-down / 90 derajat
Contoh:
sudut kamera top-down 90 derajatKamera seolah-olah berada tepat di atas makanan.
Cocok untuk:
- pizza
- nasi
- salad
- food spread
- beberapa makanan dalam satu meja
- makanan dengan pola visual menarik
45 derajat
Contoh:
sudut kamera 45 derajat dari depanIni merupakan pilihan serbaguna karena dapat memperlihatkan bagian atas sekaligus sisi makanan.
Cocok untuk:
- nasi goreng
- pasta
- steak
- ayam
- burger
- dessert
Eye-level
Contoh:
sudut kamera sejajar dengan permukaan makananCocok untuk makanan yang memiliki tinggi atau lapisan.
Misalnya:
- burger
- cake
- sandwich
- minuman
- pancake bertingkat
Macro close-up
Contoh:
macro close-up yang menonjolkan tekstur makananCocok jika Anda ingin memperlihatkan:
- tekstur daging
- keju meleleh
- kulit makanan
- saus
- tetesan air
- kerak makanan
5. [PENCAHAYAAN] — Tentukan Bagaimana Cahaya Mengenai Makanan
Pencahayaan sangat menentukan suasana dan tampilan makanan.
Prompt:
gunakan pencahayaan yang bagussebenarnya terlalu umum.
Lebih baik menentukan arah dan karakter cahaya.
Natural light
pencahayaan alami lembut dari jendela sebelah kiri- makanan rumahan
- sarapan
- kopi
- pastry
- makanan sehat
Soft light
soft diffused lighting dengan bayangan lembutDramatic lighting
dramatic side lighting dengan bayangan yang lebih dalam- steak
- burger
- cokelat
- makanan dengan warna gelap
Warm lighting
pencahayaan hangat bernuansa keemasanPanduan AI food photography juga menunjukkan bahwa menyebutkan arah, kekerasan dan warna cahaya jauh lebih informatif daripada hanya menggunakan istilah umum seperti "studio lighting".
6. [LATAR BELAKANG] — Tentukan Lingkungan di Belakang Makanan
Latar belakang sering kali dianggap sepele, padahal dapat mengubah suasana gambar secara signifikan.
Beberapa contoh:
meja kayu rusticmeja marmer putihmeja batu berwarna gelapdapur restoran modern yang blurlatar belakang putih minimalisSesuaikan dengan makanan
Untuk makanan tradisional:
meja kayu rustic dengan nuansa dapur tradisionalUntuk makanan modern:
permukaan marmer putih dengan latar belakang restoran modernUntuk katalog:
latar belakang putih bersih dan minimalisLatar yang sederhana juga membantu perhatian pembaca tetap berada pada makanan.
7. [GAYA VISUAL] — Tentukan Karakter Foto
Bagian ini menentukan bagaimana keseluruhan gambar terlihat.
Contoh gaya:
- realistis
- fotografi restoran
- editorial food photography
- rustic
- minimalis
- premium
- cinematic
- natural
- modern
- elegan
- tradisional
- dark and moody
Misalnya:
gaya fotografi makanan restoran premium yang realistisatau:
gaya fotografi kuliner tradisional yang natural dan hangatHindari menggabungkan terlalu banyak gaya yang bertentangan.
Misalnya:
minimalis, rustic, futuristik, vintage, cyberpunk, tradisionalAI akan menerima terlalu banyak arah visual.
Lebih baik pilih satu gaya utama dan satu karakter pendukung.
8. [TUJUAN KONTEN] — Untuk Apa Gambar Digunakan?
Bagian ini sering dilupakan.
Padahal gambar untuk artikel tidak harus memiliki komposisi yang sama dengan gambar untuk iklan.
Contohnya:
cocok untuk artikel blog kulinercocok untuk postingan Instagramcocok untuk menu restorancocok untuk thumbnail YouTubecocok untuk katalog makanancocok untuk iklan media sosialJika digunakan untuk artikel website, Anda dapat meminta:
cocok untuk gambar utama artikel kuliner dengan ruang kosong
untuk penempatan teksDengan demikian, AI memiliki konteks mengenai bagaimana gambar tersebut akan digunakan.
9. "Tanpa Logo, Tanpa Watermark, Tanpa Objek Tambahan"
Bagian terakhir berfungsi sebagai pembatas atau instruksi negatif.
Contohnya:
Tanpa logo, tanpa watermark, tanpa teks,
tanpa sendok tambahan, tanpa makanan tambahan,
tanpa objek yang tidak diperlukan.Tujuannya adalah menjaga gambar tetap bersih.
Namun, instruksi seperti ini bukan jaminan mutlak bahwa setiap generator AI akan menghasilkan gambar tanpa kesalahan. Setelah gambar dibuat, tetap lakukan pemeriksaan manual.
Periksa:
- apakah ada tulisan aneh?
- apakah ada logo yang tidak diminta?
- apakah jumlah makanan sesuai?
- apakah alat makan muncul secara tidak sengaja?
- apakah bentuk makanan masuk akal?
- apakah ada objek tambahan?
Contoh Prompt Lengkap untuk Ayam Geprek
Setelah memahami setiap bagian, template tadi dapat diisi seperti berikut:
Buat foto ayam geprek dengan nasi putih di atas piring keramik
putih, ayam goreng tepung yang telah digeprek dengan sambal merah
di atasnya dan beberapa cabai segar sebagai garnish.
Tampilkan tekstur ayam goreng yang renyah, sambal merah yang
terlihat segar, potongan cabai dan sedikit daun kemangi.
Gunakan sudut kamera 45 derajat dan pencahayaan alami lembut
dari arah kiri.
Letakkan pada meja kayu berwarna cokelat dengan latar belakang
dapur restoran yang dibuat blur.
Gunakan gaya fotografi makanan restoran yang realistis, natural
dan menggugah selera.
Cocok untuk gambar utama artikel kuliner dan blog makanan.
Tanpa logo, tanpa watermark, tanpa teks, tanpa objek tambahan
yang tidak diperlukan.Perhatikan bahwa prompt tersebut tidak hanya mengatakan "buat ayam geprek", tetapi memberikan arahan mengenai makanan, susunan, detail, kamera, cahaya, latar, gaya dan tujuan.
Contoh Formula yang Bisa Digunakan Berulang Kali
Template dasar dapat disimpan seperti ini:
Buat foto [JENIS MAKANAN] dengan [KOMPOSISI].
Tampilkan [DETAIL MAKANAN].
Gunakan [SUDUT KAMERA] dan [PENCAHAYAAN].
Letakkan pada [LATAR BELAKANG].
Gunakan gaya [GAYA VISUAL].
Cocok untuk [TUJUAN KONTEN].
Tanpa logo, tanpa watermark, tanpa objek tambahan
yang tidak diperlukan.Contoh untuk rendang:
[JENIS MAKANAN]
= rendang daging sapi khas Minangkabau
[KOMPOSISI]
= satu porsi rendang berada di tengah frame dengan nasi putih di samping
[DETAIL MAKANAN]
= potongan daging sapi dengan bumbu rendang pekat dan minyak bumbu yang mengilap
[SUDUT KAMERA]
= 45 derajat
[PENCAHAYAAN]
= natural soft light dari sisi kiri
[LATAR BELAKANG]
= meja kayu gelap bergaya tradisional
[GAYA VISUAL]
= realistic editorial food photography
[TUJUAN KONTEN]
= gambar utama artikel kulinerDengan cara ini, satu template dapat digunakan berulang kali untuk berbagai jenis makanan.
Optimasi Prompt AI untuk Artikel dan Google AdSense
Jika gambar digunakan pada website yang dimonetisasi Google AdSense, kualitas konten secara keseluruhan tetap lebih penting daripada sekadar memperbanyak gambar atau artikel.
Google menyatakan bahwa publisher bertanggung jawab terhadap konten pada halaman yang menampilkan iklan dan menganjurkan situs memiliki konten yang unik dan relevan serta memberikan nilai kepada pengguna.
Karena itu, penggunaan AI sebaiknya membantu proses produksi konten, bukan menggantikan nilai informasinya.
Untuk artikel kuliner, misalnya, jangan hanya memasukkan gambar AI. Sertakan pula:
- asal-usul makanan
- bahan utama
- cara pengolahan
- karakter rasa
- informasi budaya
- fakta menarik
- tips penyajian
- sumber informasi yang dapat dipercaya
Dengan pendekatan tersebut, gambar menjadi bagian pendukung dari artikel, bukan satu-satunya isi.
Google juga menekankan pentingnya konten yang dibuat untuk membantu pembaca dan memberikan informasi yang substansial, bukan sekadar mengejar posisi di hasil pencarian.
Kesimpulan
Template:
[JENIS MAKANAN]
[KOMPOSISI]
[DETAIL MAKANAN]
[SUDUT KAMERA]
[PENCAHAYAAN]
[LATAR BELAKANG]
[GAYA VISUAL]
[TUJUAN KONTEN]sebenarnya merupakan cara sederhana untuk mengubah prompt yang masih umum menjadi brief visual yang lebih terarah.
Kunci utamanya adalah memahami fungsi setiap bagian.
[JENIS MAKANAN] menentukan apa yang dibuat.
[KOMPOSISI] menentukan bagaimana objek ditempatkan.
[DETAIL MAKANAN] menentukan bagian yang harus terlihat.
[SUDUT KAMERA] menentukan perspektif.
[PENCAHAYAAN] menentukan karakter cahaya.
[LATAR BELAKANG] menentukan lingkungan visual.
[GAYA VISUAL] menentukan karakter keseluruhan gambar.
[TUJUAN KONTEN] menentukan bagaimana gambar sebaiknya dirancang untuk penggunaannya.
Dengan memahami delapan komponen tersebut, pengguna tidak perlu menghafalkan ratusan prompt berbeda. Cukup membuat satu struktur prompt yang baik, kemudian mengganti bagian dalam tanda kurung sesuai kebutuhan.
Hasil akhirnya bukan hanya prompt yang lebih panjang, tetapi prompt yang lebih jelas, terkontrol dan dapat digunakan kembali untuk berbagai jenis makanan maupun kebutuhan konten.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar.